Hal Pemicu Gagalnya Diet Di Tengah Jalan

diet gagal

Menurut Cynthia Sass, ahli gizi dan pakar kesehatan masyarakat dari New York, Amerika Serikat, kegagalan diet dalam waktu singkat mungkin saja terjadi. Bahkan, niat untuk menjadi lebih langsing justru akan berubah menjadi hal yang sebaliknya. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa hal pemicu gagalnya diet di tengah jalan. Dengan mengetahui alasan tersebut maka program diet yang sudah Anda rancang tidak akan berakhir dengan kegagalan di tengah jalan.

1. Bingung memilih yang terbaik

Banyaknya metode diet yang ada di masyarakat kini kerap membuat orang bingung untuk memilih mana yang terbaik untuknya. Misalnya diet populer seperti Obsessive Corbuzier Diet (OCD), diet alkalin, diet detox, diet bebas gluten, atau menjadi vegan, mana yang akan Anda pilih? Sass mengatakan, sebelum memulai diet pastikan Anda mengetahui dulu seluk-beluk tentang diet sehingga tidak ada kebingungan saat melakukannya.

2. Tidak menurunkan berat badan dengan cepat

Hasil dari diet yang cepat terlihat merupakan kunci seseorang tetap termotivasi menjalani dietnya. Namun, ketika berat badan tidak turun selama seminggu ketika melakukan sebuah program diet, jangan berpikir bahwa diet tidak efektif. Menurunkan 450 gram lemak tubuh sudah dapat menyusutkan tubuh. Maka seharusnya Anda dapat melihat perbedaan besar pada pakaian yang Anda pakai. Diet yang menjanjikan hasil yang cepat kemungkinan hanya mengurangi kadar air pada tubuh. Padahal, meskipun lebih cepat dan mudah, mengurangi kadar air tidak sama sekali mengubah komposisi tubuh.

3. Kembung

Salah satu efek dari memiliki pola makan yang lebih sehat mungkin adalah kembung. Pasalnya peningkatan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan akan meningkatkan asupan serat. Lantaran serat lebih sulit untuk dicerna, dibutuhkan waktu yang lebih lama sebelum nutrisi dapat masuk ke dalam aliran darah. Kendati demikian, biasanya kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa hari. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu minum banyak air dan tetap aktif.

4. Kurangnya dukungan

Saat memulai pola makan yang lebih sehat, lingkungan adalah faktor penting penentu keberhasilannya. Ketika orang-orang terdekat masih dalam gaya hidup yang lama seperti terbiasa memakan camilan berlemak atau melewatkan olahraga, mungkin akan lebih sulit bagi Anda mempertahankan pola makan yang sudah Anda program. Solusinya, Anda dapat memperluas pertemanan dengan orang-orang yang juga memiliki gaya hidup sehat sehingga Anda pun dapat saling memotivasi.

5. Menyerah di hari-hari yang sulit

Saat sedang lelah, pekerjaan menumpuk, masih harus berolahraga, dan memasak dengan sehat, besar kemungkinan Anda untuk menyerah. Namun sebenarnya, Anda bisa melakukan “cheating day” untuk menghadapi kejenuhan tersebut. Di hari itu, Anda bebas bolos olahraga atau makan semaunya. Namun ingat, setelahnya Anda perlu kembali disiplin mengikuti program diet sehat yang sudah dibuat.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply