Pencegahan Demam Berdarah yang Tepat

Pencegahan Demam Berdarah yang Tepat

Demam berdarah sekarang ini telah menjadi penyakit yang mampu merenggut nyawa penderitanya. Terlebih lagi dengan perubahan iklim yang cenderung drastis ini atau biasa disebut cuaca ekstrim membuat rentannya tubuh anda untuk terkena penyakit khususnya penyakit demam berdarah. Oleh karenanya, penting untuk anda mengetahui gejala-gejala, dan juga penanganan yang tepat. Pencegahan demam berdarah itu sendiri memang harus dilakukan bertahap. Yang harus anda ketahui pertama kali adalah bagaimana gejala penyakit tersebut ada.

Gejala penyakit demam berdarah yang biasa ada adalah sebagai berikut:

  1. Demam tinggi yang tidak stabil dari hari ke hari. Ada kondisi dimana demam tersebut tinggi da nada kondisi dimana anda terlihat segar bugar padahal hal tersebut fase menjelang anda menuju demam kembali.
  2. Mual-mual dikarenakan pusing yang berat.
  3. Otot dan sendi yang mulai terasa nyeri.

Gejala yang umum tersebut akan sulit diidentifikasi apabila anda tidak segera menindaklanjutinya kepada penanganan medis terdekat. Setelah diketahui apakah anda terkenda demam berdarah atau tidak, berikut beberapa pencegahan demam berdarah yang tepat yang dapat anda lakukan di rumah.

  1. Penyakit ini disebabkan nyamuk Aedes agypti, yaitu jenis nyamuk yang cenderung menyukai tempat-tempat yang cenderung dibiarkan tidak bersih seperti genangan air pada ember, pot bunga, atau wadah lainnya seperti tempat sampah yang merupakan sumber dari banyak penyakit. ada baiknya anda melakukan pemeriksaan rutin dan pembersihan terhadap wadah tersebut.
  2. Rutinlah menggunakan obat nyamuk baik dalam bentuk aerosol atau obat nyamuk bakar agar mengurangi jumlah nyamuk tersebut.
  3. Kawat nyamuk, merupakan peralatan yang biasa digunakan untuk melengkapi ventilasi rumah anda agar nyamuk tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Pencegahan demam berdarah tersebut dapat anda lakukan sesegera mungkin untuk mengurangi resiko anda dan keluarga anda terjangkit demam berdarah. Demam berdarah sebagai penyakit yang dianggap lumrah namun sebenarnya telah berhasil merenggut sekitar 2% penduduk dunia kini harus anda perhatikan secara lebih. Meski penanganan yang dilakukan sederhana, namun ternyata hal tersebut masih efektif.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply